Sabtu, 18 September 2010

Tugas Ngampus Pertama ku

Hmmm,. dapet tugas Lebaran 2010 nuihh....... Buseeettttt,. au pikir kuLiah di Kampus swasta enak, ehh ternyata sama adjah.


Ni tadi harus download makaLah n artikeL, kata na cih buat PPM tanggaL 21 September 2010 ntar.
au ambiL Makalah dg judul "PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA DAN GLOBALISASI DUNIA SAAT INI" kira-kira bagus gak sih ni Tema??? ya semoga adjah bagus.. gus.. gus..
ni artikeL yang nyusun orang2 Waoo semua euy......
1. DR. Supriyono, M.PD 1458
2. Drs. Helmi Jamharis 1459
3. Dra. Laksmi Widiyati 1461
4. Drs. Mansyur, MS 1464
dari Regu B NUSA I n di presentasikan dalam diskusi kelompok penataran P4 pola 120 jam (DAN KOPRI) BP7 provinsi DIY, 3-22 Desember 1990. tuw kan,. au aja yum Lair tuh.... masih jadi orok,. wkwkwkkwkwkwk.............


Dalam makalah ntu yg pasti ada sampuL, daftar isi, Bab Pendahuluan, Bab Permasalahan, Bab Pembahasan nd Bab Kesimpulan dan Saran.
untuk ni makaLah, susunan na sebagai berikut :


DAFTAR ISI


HALAMAN DAFTAR ISI....................... i
BAB I PENDAHULUAN........................ 1
A. Arti Penting Topik................ 1
B. Pendekatan........................ 1
C. Batasan Pengertian................ 2
BAB II PERMASALAHAN...................... 3
A. Latar Belakang Masalah............ 3
B. Rumusan Masalah................... 3
C. Faktor-faktor Pendukung........... 4
D. Faktor-faktor Penghambat.......... 5
BAB III PEMBAHASAN........................ 6
A. Progres Globalisasi............... 6
B. Akulturasi........................ 8
C. Selektivitas Kultural............. 9
D. Pemasyarakatan P4................. 10
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN............... 11
A. Kesimpulan........................ 11
B. Saran............................. 12


Nhaaa... bisa di bayangin kan kira2 gimana isina kaLu kerangka na kea gitu????
Sekarang au mau nge-BLog nuii,, itung2 sekaLian belajar gitu. makLum, au kan paling maLes kaLu di suruh belajar.


Kita muLai dari:


    BAB I PENDAHULUAN
  A. Arti Penting Topik
                 Salah satu isu internasional yg paling aktual dewasa ini adalah globalisasi dunia di berbagai bidang, terutama bidang politisi, ekonomi dan kebudayaan. Proses globalisasi ini akan membuka peluang yang lebih lebar bagi masuknya unsur2 ideologi, pandangan hidup dan budaya asing ke dalam struktur dan sistem masyarakat Indonesia melalui berbagai media yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya perpaduan ideologi, pandangan hidup dan budaya.
                Dengan terjadinya perpaduan ideologi, pandangan hidup, dan budaya tersebut akan menimbulkan dua masalah yang sangat penting. Masing2 ialah : Apakah Pancasila masih relevan dipertahankan sebagai ideologi terbuka, serta apakah nilai2 luhur yg terkandung di dalam Pancasila tersebut dapat dipertahankan eksistensinya di dalam proses perpaduan ideologi, pandangan hidup, serta budaya tersebut.
               Berangkat dari pengertian tersebut di atas maka pembahasan agak terinci mengenai topik Pancasila sebagai ideologi terbuka dan globalisasi dunia saat ini menjadi sangat penting dan menarik.


  B. Pendekatan
              Ada  tiga pendekatan yg secara komprehensif digunakan dalam membahas topik tersebut di atas masing2 adalah sbagai berikut :
   1. Pendekatan Sosiologis
   2. Pendekatan Anthropologis
   3. Pendekatan Kultural

  C. Batasan Pengertian    1. Globalisasi adalah proses kecenderungan prkmbangan dunia yg bersangkutan dg prkembangan masing2          bangsa n negara di dunia.
   2. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) adalah sbagaimana yg dimaksud dLm Tap MPR          Nomor II/MPR/1978.
   3. Alkulturasi adalah perpaduan antar budaya yg mghasilkan budaya baru di atas unsur2 positif dari 
       budaya2 lama yg mendukungnya.
   4. "Konsep Trikon" adalah konsep selektivitas kultural yg di kembangkan oleh Ki Hajar Dewantara yg terdiri        dari unsur2 konstinuitas, konvergensi, serta konsentrisitas.

         BAB II PERMASALAHAN
   A. Latar Belakang Masalah
               Proses globalisasi dunia di berbagai bidang terutama di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan, akhir2 ini makin dirasakan pengaruhnya oleh hampir semua negara di dunia ini, tak terkecuali Indonesia. Hal ini berarti bahwa secara langsung maupun tidak langsung Indonesia terlibat di dalam proses globalisasi dunia pada berbagai bidang tersebut. Secara politis maka berbagai kebijakan politik di negara2 manca akan mengimbas pada peri kehidupan politis di Indonesia. Sebaliknya perikehidupan politis di Indonesia pun akan mendapatkan sorotan dari negara2 manca. Hal ini berlaku pula pada peri kehidupan ekonomi dan kebudayaan.
              Secara umum proses gLobalisasi dunia akan mambuka peluang yg lebih Longgar dan Lebih besar terhadap bertemunya berbagai ideologi, pandangan hidup, serta aliran kebudayaan dg Pancasila sbg ideologi, pandangan hidup, serta sumber nilai2 budaya bagi bangsa Indonesia.
              Sebagai ideologi yg terbuka maka hal tersebut bukan merupakan sesuatu yg asing serta luar biasa bagi Pancasila itu sendiri, bahkan adanya "Keterbukaan" terhadap ideologi, pandangan hidup, dan aliran kebudayaan asing justru menjadi semacam kewajiban bagi Pancasila itu sendiri. Yg menjadi permasalahan sekarang ini ialah apakah "Keterbukaan"  yg diciptakan oleh proses gLobalisasi dunia tidak akan mengancam eksistensi Pancasila itu sendiri  dg ungkapan lain apabila brbagai ideologi, pndangan hidup dan aliran kebudayaan bercampur mnjadi satu dg Pancasila maka apakah nilai2 luhur yg terkandung di dalam Pancasila tersebut tetap dapat dipertahankan eksistensinya.
              Proses globalisasi dunia sekarang ini seolah-olahjg menguji Pancasila apkah nilai2 luhur yg trkandung di dalamnya dpt senantiasa dipertahankan dlm kesertaannya mengikuti perkembangan dinamis dunia akhir2 ini terutama skali prkembangan  pd bidang politik, ekonomi n kebudayaan.


   B. Rumusan Masalah
              Dari deskripsi teoritis yg di ekspresikan dLm latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yg timbul secara ringkas dapat dirumuskan sbagai brikut :
    1. Apakah Pancasila dpt dipertahankan sbagai ideologi terbuka.?
    2. Apakah nilai2 luhur yg terkandung dalam Pancasila dapat dipertahankan dLm kesertaannya mengikuti               pekembangan dinamis dunia sebagai akibat dari berlangsungnya proses globalisasi dunia dewasa ini.?

  C. Faktor2 Pendukung
               Berbagai  faktor pendukung / fktor2 yg positif utk mnyelesaikan permasalahan trsebut di atas dpat di identifikasi sbg berikut :
    1. Pembukaan UUD 1945, khususnya alenia yg ke-4
    2. Sifat dinamis selektif bangsa Indonesia dlm menerima unsur2 pndangan hidup n unsur2 budaya asing 
        yg masuk.
    3. Tap MPR Nomor II/MPR/1978 tntang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
    4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Th 1978 tntang penataran pegawai republik Indonesia tntang hsil2 sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Th 1978.

  D. Faktor2 Penghambat 
               Berbagai faktor pghambat ataupun fktor2 negatif utk mnyelesaikan prmasalahan tsb di atas dpt di identifikasi sbb :
     1. Unsur2 negatf kbudayaan asing yg masuk di Indonesia mll brbagai media.
     2. Sering terjadinya penyimpangan dlm pelaksanaan per undang2 an.
     3. Kesenjangan budaya antar kelompok masyarakat yg di akibatkan oleh belum meratanya 
         hasil pmbangunan bagi seluruh rkyat Indonesia.
     4. Belum siapnya sekelompok masyarakat Indonesia dlm menyongsong proses globalisasi dunia.

          BAB III PEMBAHASAN
               Pmbahasan untuk mnjawab brbagai butir2 di dlam rumusan mslh trsebut di atas dilakukan scara brtahap n sistematis mll 4 subbab, masing2 adlh (A) proses Globalisasi, (B) Akulturasi, (C) Selektivitas Kultural, dan (D) Pemasyarakatan P4. Adapun uraian atas ke-4 subbab ini adalah sbb.

    A. Proses Globalisasi
               Salah satu isu Internasional yg plg aktual dewasa ini adlh globalisasi dunia, yg mngandung arti adanya keterkaitan antar bangsa srta antar negara dlm menentukan gejala/ fenomena prkembangan dunia pd brbagai bidang, terutama  bidang2 politik, ekonomi dan kebudayaan. Dalam proses globalisasi dunia mengandung arti bhwa scara aktf kbijakan2 politis, ekonomi, dan kultural suatu negara akan ikut mnentukan fenomena prkembangan dunia. Sementara itu scara pasif prkembangan dunia akan mempengaruhi kebijakan2 politis, ekonomi, dan kultural negara.
               Sebagai  ilustrasi, dapat diketengahkan kasus yg masih sangat aktual skarang ini, yaitu mngenai krisis Teluk. Dalam krisis Teluk ini semula negara2 yg terlibat dalam prtikaian hnyalah Irak dan Kwait. Akan tetapi kemudian dlm prkembangannya melibatkan hmpir seluruh di dunia ini, terutama negara2 yg mempunyai kepentingan lgsung trhadap kdua negara tsb, msalnya Amrik (AS), Inggris,Prancis, Arab Saudi, dsb. Negara2 yg nampaknya pasif pun sesungguhnya tlh terlibat scra tdk Lgsung dg peristiwa Teluk trsebut msalnya beberapa negara di Anrik Selatan, Afrika, Australia serta Asia, termasuk Indonesia.
               Akibat politis dari krisis Teluk trsebut di atas sudah menngimbas di seluluh pelosok dunia, yaitu dg trciptanya semacam kelompok negara yg pro-Iran, pro-Kwait, serta negara2 yg mengambil sikap netral. Akibat ekonomis juja telah di rasakan oleh brbagai negara trmsuk Indonesia yg menikmati kenaikan harga minyak akibat krisis Teluk trsebut. Smentara itu akibat kultural pun mulai dirasakan oleh masyarakat di negara2 Arab dg bercampurnya mereka gd tentara2 yg berasal dari AS, maupun dari negara2 asaing lainnya.
               Secara singkat proses globalisasi tlh mmbuka peluang yg makin lebar utk masuknya brbagai ideologi, pndangan hidup, dan kebudayaan manca ke dlm suatu negara. Bagi Indonesia proses globalisasi juja membuka peluang lebih lebar bagi masuknya brbagai ideologi, pndangan hidup dan budaya manca mll brbagai media ke dlm masyarakat Indonesia itu sndiri sekaligus merupakan ujian Pancasila apakan nilai2 luhur yg terkandung di dlmnya senantiasa dpt di prtahankan eksistensinya.
               Contoh kasus mengenai masuknya ideologi, pndangan hidup srta budaya manca ke dlm struktur dan sistem msyarakat Indonesia adlh mll siaran TV dari chanel2 asing akibat dikmbangkan teknologi antena parabola.
               Dg dipasangnya antena parabola maka pemilik antena tsb dpt memasang gelombang manca hmpir di stiap saat. Siaran2 dari AS, Eropa, dsb yg sesuai maupun yg tdk sesuai n bahkan bertentangan dg nilai2 kultural n kepribadian si pemilik parabola sbg bgian dr msyarakat Indonesia tsb akhirnya dpt diterima olehnya. Akhirnya, disadari/ tdk di sadari, trjadilah perpaduan ideologi, pndangan hidup, d kultural antara yg "asli" (Indonesia) dg yg "asing" (manca). Di sinilah kekuatan Pancasila mendapat ujian.

     B. Akulturasi
               Secara anthopologis terjadinya perpaduan antar budaya disebut dg "cultural contact". Sebagai manifestasi dr perpaduan budaya tsb trdpat dua kemungkinan masing2 adlh asimilasi )assimilation) dan akulturasi (acculturation). Apabila prpaduan antar budaya mmbentuk budaya baru dg sgala aspek positif n negatifnya maka yg trjadi adlh asimilasi sementara itu apabila prpaduan budaya mmbentuk budaya baru yg mrupakan manifestasi dr sisi2 positif budaya tsb maka yg trjadi adlh akulturasi.
               Perpaduan budaya antara budaya Indonesia dg manca, sbgmana dlm kasus siaran asing yg di tgkap dg antena parabola tsb, di harapkan akan mmbentuk budaya baru yg konstruktif mll proses akulturasi.
               Persyaratan yg diperlukan agar perpaduan budaya dpt mmbentuk budaya baru yg konstruktif mll proses akulturasi adalah dpt di pertahankannya nilai2 positif dlm budaya indonesia. Sbg ukuran kepositifannya adlh terkandung dlm Pancasila itu sndiri sbg sumber nilai2 budaya bangsa Indonesia. Dg kata lain kalau nilai2 luhur Pancasila dapat dipertahankan untuk mengantisipasi budaya manca maka akan terjadi proses akulturasi sesuai yg di harapkan .
              Dg akulturasi maka nilai2 luhur pancasila dapat dipertahankan meskipun banyak "isme" yg termasuk ke dlam  struktur n sistem msyarakat Indonesia. Dalam keadaan spt ini maka nilai2 luhur Pancasila tdk akan larut oleh masuknya bermacam-macam ideologi, pndangan hidup n budaya asing, antara lain komunisme, liberalisme. sosialisme, sekularisme, dsb. Unsur2 "isme" tsb seakan masuk kedalam struktur n sistem masyarakat Indonesia, karena memang kehadirannya tdk mgkin di tolak, akan tetapi tdk akan mengoyahkan Pancasila sbg ideologi, pandangan hidup n sumber nilai2 budaya bgsa Indonesia.

      C. Selektivitas Kultural 
              Keinginan bangsa Indonesia utk mmpertahankan nilai2 luhur Pancasila dalam mghadapi unsur2 budaya yg msuk merupakan hal yg wajar, oleh karena itu prlu diciptakan suatu sistem selektivitas budaya, yaitu menyeleksi setiap budaya asing yg masuk yg masuk ke dlm struktur n sistem msyarakat Indonesia, agar hnya unsur positifnya saja  yg teradaptasi tnpa menyertakan unsur2 negatifnya.
              Salah satu alat saring yg layak ditampilkan dlm sistem selektivitas kultural tsb adlh "Konsep Trikon"
yg di kembangkanoleh tokoh Pend.Nasional Ki Hajar Dewantara. Konsep ini terdiri dari 3 unsur yg dpt di identifikasi dan dideskripsikan sbb :
      1. Kontinuitas, maksudnya adlh mlstarikan budaya sendiriyg relevan dg tntutan perkembangan 
          srta ttp sesuai dg kepribadian bgsa Indonesia.
      2. Konvergensi, maksudnya adlh mmbuka diri trhadap masuknya budaya manca yg tdk brtentangan 
          dg kepribadian Indonesia.
      3. Konsentrisitas, maksudnya adlh memusatkan prhatian pd terciptanya kebudayaan baru atas
          bercampurnya budaya asli dan budaya manca, serta ttp memusatkan prhatian pd kepribadian 
          bgsa Indonesia.
                Dengan mengaplikasi "Konsep Trikon" dalam sisitem selektivitas budaya trsebut maka kehawatiran akan lunturnya nilai2 luhur yg terkandung dlm Pancasila setelah berpadu dg ideologi, pandangan hidup dan budaya asing sbg akibat dari proses globalisasi dunia kiranya tdk perlu trjadi. Oleh karena itu prlu bntuk2 kegiatan utk mengantisipasi proses globalisasi dunia tsb dg maksud supaya sifat ideologi trbuka Pancasila dpt dipertahankan secara proposional.

      D. Permasyarakatan P4 
                 Pada taun 1978 mll sbuah ketetapannya Nomor II/MPR/1978 maka MPR membuat berbagai ketetapan tntang P4 , sedangkan pd taun yg sama Presiden RI mll Inpres No 10/1978 menginstruksikan pegawai RI utk mengikuti penataran ttg hasil2 sidang umum MPR Th 1978. Itu semua mnjadikan P4 merupakan sesuatu yg harus dimasyarakatkan bgi seluluh rakyat Indonesia.
                 Pemasyarakatan P4 tsb pd hakekatnya adlh mrpakan bntuk kegiatan yg cocok untuk mengingatkan masyarakat akan nilai2 yg luhur dlm Pncasila srta kepribadian bangsa. Dg demikian dlm menerima dtgnya unsur2 ideologi, pandangan hidup, srta budaya manca maka masyarakat Indonesia sudah mmpunyai kesiapan yg dpt di percaya. Dg kata lain P4 memasyarakatkan maka bangsa Indonesia sudah siap menyambut datangnya unsur2 ideologi, pandangan hidup, dan budaya manca tnpa harus mengorbankan nilai2 luhur Pancasila dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri.
                 Dg pemasyarakatan P4 maka "Konsep Trikon" akan dapat diaplikasikan dalam sistem selektivitas kultural dg demikian yg terjadi dalam perpaduan budaya adalah proses akulturasi, bukan asimilasi. Akhirnya proses globalisasi dunia yg membuka terjadinya perpaduan antar budaya tersebut dapat diantisipasi secara terpercaya oleh Pancasila tanpa hrs mengorbankan nilai2 luhur dan kepribadian bangsa Indonesia.

            BAB IV  KESIMPULAN DAN SARAN 
     A. Kesimpulan
                 Dari uraian di atas dpt ditarik beberapa butir kesimpulan yg secara sistimatis dapat 
diidentifikasi sbb :
    1. Proses globalisasi dunia yg sedang trjadi skarang ini mmbuka kesempatan yg lebih longgar srta lebih 
        lebar tntang masuknya ideologi, pandangan hidup, dan budaya manca ke dalam struktur dan sistem
        masyarakat Indonesia.
    2. Pancasila tetap relevan utk dipertahankan sgb ideologi terbuka.
    3. Nilai2 luhur yg terkandung dlm pancasila dpt dipertahankan dlm kesertaannya mengikuti perkembangan
        dinamis dunia sbg akibat dr berlangsungnya proses globalisasi dunia skarang ini spanjang perpaduan 
        antar ideologi, pandangan hidup, dan budaya yg terjadi di Indonesia bisa dimanifestasikan dlm bntuk
        akulturasi.
    4. Untuk memanifestasikan bentuk akulturasi tersebut di atas di perlukan sisitem selektivitas budaya,
        sementara itu "Konsep Trikon" merupakan salah satu konsep yg relevan diaplikasikan dalam sistem
        selektivitas kultural tsb.
    5. Pemasyarakatan P4 merupakan bntuk kegiatan praktis dan konsepsional untuk mmberikan kesiapan 
        kpd masyarakat Indonesia agar mnyambut datangnya unsur2 ideologi, pandangan hidup dan budaya 
        asing yg tdk terhindarkan itu tnpa harus mengorbankan nilai2 luhur Pancasila srta kepribadian bangsa
        Indonesia itu sendiri.

   B. Saran
              Berdasarkan uraian dan kesimpulan tersebut secara ringkas diajukan dua saran sbg brikut :
    1. Di dalam hubungannya dg proses globalisasi dunia skarang ini maka Pancasila harus tetap 
        dipertahankan sebagai ideologi terbuka.
    2. Pemasyarakatan P4 harus dilaksanakan dilaksanakan terus bagi seluruh rakyat Indonesia secara 
        lebih sistematis dan juja konsepsual.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Huuuuuffftttt............... nuLis segini banyak na,. pegeL euy,. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar